Pdt. Abraham Park memulai pelayanannya di gereja Dongmasan pada tahun 1958 setelah diberhentikan dengan terhormat dari tentara karena terkena luka tembak dalam perang Korea. Dengan tekad “jika mati maka akan hidup” ia berdoa selama 47 hari di Gunung Jang-an dan 3 tahun 6 bulan dan 7 hari di Gunung Jiri.
Ketika matahari terbenam, ia terus hanya berdoa; ketika matahari terbit, ia terus hanya membaca Alkitab. Melalui pencerahan yang kuat dari Roh Kudus dan atas kasih karunia Tuhan, adegan-adegan di Alkitab terbentang seperti panorama di hadapan matanya. Pencerahan inilah yang dituliskan pada daun-daun kudzu yang lebar dan kemudian dijilid dengan ranting, untuk kemudian disalin ke kertas yang dibeli di desa di bawah gunung setiap beberapa bulan sekali. Inilah permulaan Seri Sejarah Penebusan.





























