logo

LOGIN
  • profil
      katavisisejarah
  • seri
      penulisbukulagupembelian
  • seminar
      misijadwalbrosurpendaftaran
  • webzine
      webzinephoto
  • ydsu
      berta

PENDAHULUAN


Mengapa mengingat kepada “zaman dahulu kala”?
Tepat sebelum umat Israel masuk ke tanah Kanaan, Musa mengingatkan mereka, “Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu!” dalam khotbah perpisahannya. “Zaman dahulu kala” dan “tahun-tahun keturunan yang lalu” bukanlah sekedar dongeng atau legenda kuno. Ini adalah pencatatan dari pemeliharaan Allah, yang menuangkan kasih mendalam-Nya dengan ikut campur tangan ke dalam sejarah umat manusia sejak kejatuhan Adam.



Ini adalah kisah dari bapa-bapa iman yang tetap teguh memelihara jalan kesalehan menurut pemeliharaan Allah. Seperti umat Israel harus mengingat zaman dahulu kala di padang gurun ketika mereka sedang bersiap-siap untuk masuk ke Kanaan, kita orang Kristen juga harus mengingat zaman dahulu kala ketika kita mempersiapkan diri untuk masuk ke kerajaan surga.


Penemuan kembali silsilah
Silsilah dalam kitab Kejadian yang terasa begitu membosankan dengan pengulangan nama-nama dan kelahiran-kelahiran sebenarnya adalah harta karun dari apa yang harus kita ingat tentang “zaman dahulu kala” dan “tahun-tahun keturunan yang lalu.” Mereka dengan jelas menggambarkan penyelenggaraan Allah untuk penebusan umat manusia dan seluruh alam semesta. Silsilah dalam Kejadian hanya beberapa ayat. Namun, mereka memuat pemeliharaan penebusan untuk jangka waktu yang panjang sekitar 2.300 tahun. Jadi, setiap ayat dan nama dalam silsilah ini dipenuhi dengan arti sejarah dan penebusan.
Buku ini membantu pembaca menemukan kembali arti rohani yang tersembunyi dibalik masing-masing 20 generasi dari Adam sampai Abraham dalam Alkitab.



imageprofilebuku01.jpg  

Poin-poin utama:

Adam dan Lamekh hidup semasa selama 56 tahun, serta Nuh dan Abraham hidup semasa selama 58 tahun. 


Jangka waktu pembangunan bahtera Nuh bukanlah 120 tahun. 


Tahun ketika Metusalah mati adalah tahun ketika air bah mulai.


Abraham meninggalkan Ur Kasdim setelah Terah mati. 



Pesan utama
Silsilah dari benih ilahi berlanjut di dalam Kitab Kejadian melalui bapa-bapa iman yang dapat menang dan memisahkan diri mereka sendiri dari dosa dan ketamakan dunia ini. Silsilah di dalam Kejadian ini menuntun untuk memperkenalkan Abraham, seorang tokoh penting dalam penyelenggaraan Allah untuk membawa keselamatan bagi seluruh dunia. Pekerjaan penebusan mengambil fase baru melalui pemanggilan Allah terhadap Abraham dan digenapi melalui Mesias yang datang sebagai anak Abraham. Kisah luar biasa dari garis keturunan ilahi adalah apa yang disebut Musa sebagai “zaman dahulu kala”. Mereka dapat disebut sebagai “zaman dahulu kala.” tetapi mereka sebenarnya adalah refleksi dari cerita saya hari ini.


XE Login